Kamis (10/08/23) MAN Kota Batu menyambut kepulangan dua siswa yang kembali menambah koleksi prestasi MAN Kota Batu dengan medali kejuaraan yang diraihnya. Dua siswa tersebut adalah Aufa Fikri Imansyah kelas XI IPS 2 yang beberapa waktu lalu berhasil meraih medali Excellent Prize di kancah Internasional pada ajang kompetisi International Youth Robotic Competition (IYRC) yang berlangsung di Daejeon Convention Hall, Daejeon City, Korea Selatan dan Ahmad Fahrezi Anwar kelas XI IPS 3 yang baru saja meraih tiga medali cabang renang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi.

Keberhasilan Fikri sebagai satu-satunya peserta asal Indonesia yang berhasil meraih juara dalam kategori ini, disambut suka cita yang sangat meriah oleh warga MAN Kota Batu. Disambut dengan tarian Selamat Datang dengan diringi MAN Kota Batu Percussion, kedua siswa bersama Kepala Madrasah, Farhadi, Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Batu, Rahmat dan Machfud Efendi selaku pengawas madrasah, ketua komite MAN Kota Batu.serta orang tua dari kedua siswa tersebut memasuki lapangan sekolah. Seluruh siswa yang berbaris rapi bersorak dan bertepuk tangan menyambut kedatangan mereka.

Farhadi dengan antusias menyampaikan suka citanya atas prestasi Aufa. Kebanggaan Farhadi bertambah karena perolehan kejuaraan ini, tim Garuda Indonesia diundang oleh Kedubes Indonesia di Korea.Tak hanya itu, sebelum sampai di Kota Batu, mereka juga disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Husnul Maram, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Santoso, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Machsun Zain, menerima kedatangan para juara Internasional di tanah air.

Dalam sambutannya, Farhadi menyampaikan bahwa prestasi yang diraih Fikri adalah tingkat Internasional yang mengharumkan nama Indonesia. Seluruh masyarakat patut bangga dengan generasi muda yang berprestasi. Berada di podium disiang hari dengan terik matahari, tak menghalangi Farhadi bercerita tentang pengalamannya selama mendampingi Fikri kr Korea, mulai dari ketika dipesawat tas robotic Fikri sempat jebol dan roda robotnya yang terlepas, sampai saat Fikri ketiduran menjelang presentasi saat lomba berlangsung. Pada kategori individu, Farhadi sangat  tidak menyangka jika memperoleh juara karena presentasi pertama yang sempat gagal dan rasa putus asa Fikri yang sempat membanting robotnya membuat Farhadi semakin tidak percaya Fikri akan berhasil. Tetapi dengan kegigihannya dia akhirnya meraih juara. “Saat pengumuman, saya dibelakang dan tidak mengira jika juara, karena robotnya sempat dibanting. Saya lari ternyata dipodium sudah selesai dan dipinjami bendera oleh kontingen lain”. kenang Farhadi disampaiakan dalam acara penyambutan tersebut.

 

Dalam kesempatan ini, Aufa Fikri menyampaikan terimakasihnya kepada orang tuanya yang selalu mendukung bakat minatnya. Kepada teman-temannyadia berpesan,  “Jangan melihat hal-hal aneh pada seseorang, karena dia bisa menghasilkan hal yang positif dan luar biasa”. Seusai acara Fikri juga sangat antusias melepas kangen bersama teman-temannya dengan berfoto bareng teman sekelas dan juga semua guru MAN Kota Batu.

 

Sementara itu, Fahrezi yang menduduki juara umum kedua juga menyisakan momen yang tak kalah mengharukan. Siswa yang selalu membawa lebih dari satu medali dalam setiap kompetisi itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak sekolah, orang tua dan teman-temannya yang selalu mensupport semangatnya. Yanti , ibu Rezi yang saat itu hadir mendampingi Rezi selama dipanggung, tak kuasa menahan haru melihat dukungan warga madrasah yang sukacita menyambut kedatangannya.

Pada kesempatan ini, Rahmat selaku kepala tata usaha Kemenag Kota Batu merasa terharu dan bahagia menyaksikan banyak yang meneteskan air mata karena senang dan bangga atas semua prestasi siswa MAN Kota Batu. Siswa MAN Kota Batu berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan nasional. Rahmat berharap MAN terus bisa menggali, membimbing dan memunculkan berbagai prestasi. Lebih lanjut, Rahmat menyebut bahwa Madrasah itu hebat, jika yang sekolah lain mengirimkan 3 atau 4 peserta mendapat 1 medali tetapi MAN mengirim 1 peserta dan meraih 2-3 medali. “Tidak semua anak bisa menguasai semua bidang, tetapi mereka memiliki keahlian masing-masing yang bisa dikembangkan” ujar Rahmat mengakhiri sambutannya.

Bak Sambut Pahlawan, MAN Kota Batu Gegap Gempita Sambut Dua Siswa Berprestasi.
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *